Sunday, 11 February 2018

Pentigraf: Kopi untuk Ayah

Belajar menulis pentigraf.

Kopi untuk Ayah

Aku dan ibu sedang duduk di teras. Angin semilir masih terasa walau matahari begitu terik. Pikiranku melayang entah kemana, aku tidak tahu sedang memikirkan apa. Hatiku gelisah.

Di sampingku, mata ibu berkaca-kaca. Aku tahu, meski berusaha tegar, hati ibu resah dan getir. Aku tak perlu bertanya apa yang ibu rasakan karena pedihnya juga merasuk di jiwaku. Tiba-tiba matahari meredup, langit perlahan menghitam. Aku dan ibu beranjak dari teras menuju tempat jemur pakaian.

Tak berapa lama hujan pun turun. Aku bergegas memasak air, kuambil toples kopi dan gula. Kuseduh kopi kesukaan ayah. "Kopi buat siapa, Na," tanya ibu. Aku terdiam. Air mataku meleleh tak tertahankan. Ibu menangis dan memelukku. Di meja masih ada dua lilin mengapit foto ayah.

#mungkinpentigraf
#belajarmenulis
#paskalinaaskalin

Friday, 9 February 2018

18 Nilai Pendidikan Karakter Bangsa

Dulu ketika masih jadi karyawan, saya pernah mau membuat projek penulisan buku 18 karakter bangsa, tetapi akhirnya gagal, rencana yang saya buat masuk ke tempat sampah. Namun ide buku ini masih nyantol di kepala saya.

Tahun lalu akhirnya saya menulis 1 buku untuk 1 karakter bangsa ini.  Sebuah penerbit memberi saya tempat untuk menulis. Tidak tanggung-tanggung, 1 buku berisi 15 cerita anak. Tema yang saya ambil adalah tentang JUJUR. Dalam waktu dua minggu naskahnya selesai saya tulis, sempat tidak tidur 2 malam karena ingin segera menyelesaikan sebelum mudik Natal. Lima belas cerita itu akhirnya lulus sensor dari mbak editor sehingga saya tidak perlu revisi, Puji Tuhan.

Tema buku karakter bangsa sebenarnya banyak dalam buku-buku anak saat ini. Namun, karena ide cerita yang "luar biasa keren" nilai karakter bangsa-nya menjadi lesap, hingga nyaris sulit ditemukan. Delapan belas nilai-nilai dalam pendidikan karakter bangsa haruslah ditanamkan sejak dini supaya. Salah satu caranya melalui buku-buku bacaan yang akan dibaca oleh anak-anak kita. Namun, kemudian muncul masalah, minat baca anak-anak sama rendahnya. Ini memang masalah klasik, silakan para orangtua yang masih mempunyai anak-anak usia dini dan usia sekolah, berikan contoh kebiasaan membaca pada anak-anaknya.


18 NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA


Jika ada yang lupa, apa saja sih 18 nilai-nilai dalam pendidikan karakter bangsa  itu, saya kutipkan beserta penjelasannya.

1. Religius
Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.

2. Jujur
Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.

3. Toleransi
Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.

4. Disiplin
Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.

5. Kerja Keras
Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.

6. Kreatif
Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.

7. Mandiri
Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.

8. Demokratis
Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.

9. Rasa Ingin Tahu
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.

10. Semangat Kebangsaan
Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.

11. Cinta Tanah Air
Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.

12. Menghargai Prestasi
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.

13. Bersahabat/Komunikatif
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.

14. Cinta Damai
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.

15. Gemar Membaca
Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.

16. Peduli Lingkungan
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.

17. Peduli Sosial
Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.

18. Tanggung Jawab
Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.

Delapan belas nilai-nilai karakter bangsa itu baik sekali menjadi ide sebuah buku.  Namun, akan lebih baik jika nilai-nilai itu menjadi semangat dalam keluarga Indonesia.

Thursday, 8 February 2018

Menyerah Bukan Berarti Kalah

Setiap orang akan memotivasi dirinya untuk tidak pantang menyerah terhadap tantangan yang ada di depan dirinya. Dalam hal pekerjaan, tantangan harus siap dilalui dan ditaklukkan hingga meraih keberhasilan, kemudian bisa "naik kelas" ke jenjang berikutnya.

Dalam hal bisnis, menyerah juga harus menjadi musuh karena jika ingin berhasil harus mampu melalui tantangan dan rintangan yang dihadapi sehingga bisnis bisa terus meningkat dan meraih kesuksesan.

Namun, ada saatnya kita harus menyerah pada tantangan demi sesuatu yang lebih berharga. Karena jika kita terus memaksakan diri untuk mendobrak tantangan itu, ada yang sedih dan terluka pada akhirnya. Tantangan yang bisa membuat kita menyerah itu adalah anak, suami, ibu, ayah, keluarga kita sendiri.

Saya penulis dan mendapatkan uang dari menulis. Saya mengerjakan pekerjaan saya di rumah. Bulan ini saya mendapat tantangan menulis sebuah buku dari seorang teman. Waktu yang diberikan cukup mepet, dan itu membuat saya kesulitan mengatur waktu. Pada akhirnya, saya memilih MENYERAH. Kenapa?

Saya sedih ketika harus menolak ajakan bermain, saya harus memintanya bermain dengan neneknya. Dia masih tiga tahun usianya, tak paham ibunya ingin menulis dan ada kemungkinan penghasilan tambahan jika berhasil menuntaskan tulisannya. Ketika melihat ibunya sibuk melaptop, tatapan matanya seakan menghujam batin saya.

Saya sudah berusaha, dan akhirnya saya MENYERAH. Ada sebuah kelegaan di hati saya ketika melihat anak saya sumringah melihat ibunya duduk manis menungguinya bermain. Aku menyerah, tetapi merasa menang.


Saturday, 3 February 2018

Belajar Menulis Puisi dari Haiku Embara Embun Mimpi

Saya acungi dua jempol untuk dua sahabat saya Ira Diana dan Guna atas lahirnya sebuah karya sastra minimalis yang mempesona, minim kata, namun berjuta makna. Semoga, bukunya laris manis ya.. Amin


Sastra yang minimalis bukan  berarti gampang ditulis. Bisa meramu tiga baris kalimat dengan suku kata beraturan, namun padat makna, bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah. Perlu sebuah jam terbang untuk bisa mewujudkan.

Jika sudah membaca, mungkin kita akan beranggapan, "Ah hanya tiga baris kalimat, gampang!" Jangan berpikir demikian sebelum Anda benar-benar mencoba menulisnya. 

Haiku itu puisi pendek dengan aturan tiga baris, suka kata 5-7-5. Baris pertama terdiri atas lima suku kata. Baris kedua terdiri atas tujuh suku kata. Baris ketiga terdiri atas 5 suku kata. 

Buku Embara Embun Mimpi berisi 101 haiku, semua haiku sudah saya baca. Kemudian apa yang terjadi? Karena membaca haiku mereka, saya jadi pengen menulis haiku juga. Saya pikir,  menulis puisi pendek seperti haiku bisa menjadi cara untuk kita belajar menulis puisi.

Nih simak puisi pendek yang saya buat langsung ketika menulis catatan ini.


Rindu ibuku
Membuatku merana
Ibu, rindukah

Tangisku pecah

Ibu tak datang juga
Aku rindu Bu

Langit berbintang

Cahaya terang redup
Hatiku luluh

Hujan tak henti

Katak teriak nyanyi
Ramai dan sepi

Batu terdampar

Menggelinding menjauh
Koyakkan hati


Hmm.... saya bisa menulis puisi, puisi abal-abal hahaha. Yang ingin mengomentari puisi saya, silakan komen. 



Puisi yang saya tulis itu masih terasa kasar, maknanya juga tidak terasa dalam (dalem banget). Menulis puisi memang perlu latihan. Tidak hanya dengan sekali baca puisi orang lain, lalu kita jadi bisa menulis puisi. Jadi, saya masih harus banyak berlatih.

Buku Embara Embun Mimpi, bisa menjadi referensi buat Anda yang ingin belajar menulis puisi. Seperti apa sih haiku-haiku yang ditulis dua sahabat saya ini? Ini saya cuplikkan beberapa haiku yang ada dalam buku Embara Embun Mimpi.

di rintik hujan

banyak cerita kita
bersenandika
(Haiku Ira Diana, hal 107)

di bawah rindang
pohon cemara kokoh
kita tertawa
(Haiku Ira Diana, hal 119)

hujan semalam

tanpa gelegar tambur
sekejap pagi
(Haiku Dwi Guna, hal 23)

selepas siang
kerbau berkubang lumpur
menunggu kerja
(Haiku Dwi Guna, hal 50)


Saya kutipkan empat haiku saja, jika penasaran dengan haiku-haiku lainnya, segera miliki buku Embara Embun Mimpi.

Pasti Anda merasakan hal berbeda ketika membaca kutipan haiku di atas dengan haiku yang saya buat. Haiku karya dua sahabat saya ini terasa indah dibaca dan mempunyai makna yang dalam alias dalem banget. Mereka memang sudah mempunyai jam terbang yang tinggi dalam menulis puisi sehingga puisi pendek pastilah sudah memiliki cita rasa sebuah puisi.


Sebelum menulis haruslah banyak-banyak membaca. Ingin belajar menulis puisi, bacalah buku Embara Embun Mimpi.






Monday, 29 January 2018

Perjalanan Sebuah Buku

Tulisan ini 100% mengandung curhat
Sebuah buku memiliki kisahnya masing-masing. Seperti buku saya yang satu ini, kisahnya cukup panjang dan lama. Saya sangat sabar menantikan kelahiran buku ini. Walau sebenarnya kesabaran saya sudah mulai rapuh.

Ide awal pembuatan buku ini adalah mengenalkan beberapa tari Nusantara kepada anak-anak sejak dini melalui aktivitas mewarnai. Anak-anak menyukai aktivitas mewarnai dan harapan anak-anak bisa memahami tari Nusantara, paling minimal anak-anak memahami.

Saya mengajukan buku ini ke penerbit dan diterima. Namun, kemudian Sang Editor meminta saya untuk melengkapi naskah itu menjadi 34 jenis tari Nusantara. Itu artinya saya harus menambah naskah itu sehingga buku ini berisi 34 tari dari 34 provinsi di Indonesia. Menurut saya ide Sang Editor sangat bagus sehingga akhirnya saya merevisi buku itu menjadi 34 tari Nusantara.
Revisi penambahan naskah berjalan lancar, demikian pula ilustrasinya. Dalam waktu dua bulan, naskah revisi sudah saya kirimkan pada editor. Kemudian saya menunggu...menunggu...menunggu...

Tiga tahun berlalu...

Saya tidak bisa lagi bersabar untuk menunggu dan menunggu. Saya menelepon redaksi penerbitnya menanyakan status naskah saya yang sudah tanda tangan SPP. Akhirnya ada sebuah kepastian, salah satu editornya menghubungi saya, itu pun bukan editor buku anak. Sampai sekarang saya tidak bisa berkomunikasi langsung dengan editornya. 

Singkat cerita Mbak Editor mengirim pdf naskah 34 Jenis Tari Nusantara, dengan keterangan meminta persetujuan penulis. Hati saya sedikit senang, karena bisa komunikasi dengan editor walau hanya via email.

Dalam lubuk hati yang paling dalam, saya ingin bisa komunikasi via whatsapp atau minimal via sms dengan editornya. Ah tapi rasanya ini hanya mimpi hahahahaha

Sejak pengiriman PDF naskah untuk minta ACC, saya masih menunggu lagi, kurang lebih 8 bulan. Nah minggu lalu, saya mendapat pesan whatsapp dari seorang marketing penerbit yang memasarkan buku saya. Marketing itu menanyakan apakah saya mau membeli buku 34 Jenis Tari Nusantara. Saya terkejut senang sekaligus penuh tanda tanya. Saya belum tahu kalau buku itu sudah terbit dan dicetak.
Ketika akhirnya buku itu terbit, saya mengucapkan terima kasih kepada penerbit dan redaksinya. Saya minta maaf juga jika selama proses, saya begitu cerewet tanya-tanya terus tentang buku ini.

Judul : Buku Aktivitas Anak Mengenal 34 Jenis Tari Nusantara
Penulis : Paskalina Askalin
Ilustrator : Redi
Penerbit : Rainbow Andi Publisher
Harga : Rp 79.000
Pemesanan : wa 085695394235 atau langsung ke Andi Publisher 

Pentigraf: Kopi untuk Ayah

Belajar menulis pentigraf. Kopi untuk Ayah Aku dan ibu sedang duduk di teras. Angin semilir masih terasa walau matahari begitu terik. Piki...