Sunday, 13 May 2018

Teror Bom Kembali Mengguncang #GustiMbotenSare

Rasanya sakit hati ini ketika mendengar berita ada ledakan bom di gereja. Saya membayangkan banyak keluarga pagi ini berbondong pergi ke gereja masing-masing. Sama seperti umat lain ketika mereka pergi ke tempat ibadatnya pada jam yang ditentukan.

Pagi ini mereka (ada anak-anak, remaja, orang tua, kakek dan nenek) sama-sama pergi ke gereja dengan satu tujuan, beribadah. Tetapi sebuah goncangan dan ledakan telah memporakporandakan hati dan jiwa mereka. Air mata ini rasanya ingin tumpah. Terbayang seperti apa tangis dan jerit umat kristiani yang ada di dalam gereja. 

TERJADILAH APA YANG MENJADI KEHENDAKMU

Kenapa mereka setega itu? Apa mereka tak punya anak? Apa mereka tak punya orang tua? Apa mereka tidak punya hati? Pertanyaan-pertanyaan yang tidak akan ada jawabannya.

TUHAN AMPUNILAH MEREKA KARENA MEREKA TIDAK TAHU APA YANG TELAH MEREKA LAKUKAN

Saya tidak ingin mencari atau menuduh siapa pun atas aksi teror ini. Yang pasti adalah #GustiMbotenSare. Kalian yang berniat jahat mungkin masih bisa berkeliaran di hari ini, detik ini. Tetapi kalian harus ingat Tuhan yang menciptakan kalian, kapan pun Tuhan bisa memusnahkan kalian dari muka bumi hai pembuat teror bom.

#GustiMbotenSare

Gusti Yesus...
Tabahkan hati umat kristiani Surabaya
Kuatkan iman umat kristiani Surabaya
Semoga teror bom ini semakin menguatkan Gereja dan sekaligus menguatkan umatMU untuk semakin yakin dan berani memanggul Salib Kristus. Amin

Friday, 11 May 2018

Pengumuman Buku Terpilih Sayembara Penulisan Bahan Bacaan Literasi Baca Tulis Badan Bahasa 2018

Tanggal 12 Aprl 2018 adalah deadline  Sayembara Penulisan Bahan Bacaan Literasi Baca Tulis Badan Bahasa 2018. Jika tidak ada halangan, Pengumuman Sayembara Penulisan Bahan Bacaan Literasi Baca Tulis Badan Bahasa 2018 akan diumumkan pada tanggal 11 Mei 2018.

Namun, rupanya para penulis yang mengikuti sayembara ini harus bersabar sepuluh hari lagi. Karena hari ini di Laman Badan Bahasa terdapat penundaan pengumuman buku terpilih Sayembara Penulisan Bahan Bacaan Literasi Baca Tulis Badan Bahasa 2018.

Sumber: http://badanbahasa.kemdikbud.go.id

Semua pasti ingin bukunya terpilih, saya juga
Semua pasti ingin jadi juara, saya juga
Semua pasti ingin lolos sayembara, saya juga

Mari kita berdoa bersama, semoga proses penilaian sayembara ini berjalan dengan lancar, dan karya-karya kita bisa diapresiasi dengan baik.
SALAM LITERASI

Thursday, 10 May 2018

Ayo SEMPATKAN WAKTU Bacakan Buku untuk Anak


Akhir-akhir ini saya sering menggunakan hastag gernasbaku. #gernasbaku adalah hastag dari gerakan nasional orang tua membaca buku. Terus terang saya belum pernah tahu tentang gerakan ini. Secara tidak sengaja saya menemukan hastag itu di Instagram. Lalu saya gunakan hastag itu setiap kali menggunggah foto kegiatan baca buku.


Tanpa menemukan #gernasbaku, setiap hari saya sempatkan  untuk membacakan buku untuk anak saya. Bagi saya, membacakan buku itu bermanfaat, apalagi jika membaca buku ini menjadi kebiasaan setiap hari.

Membacakan buku untuk anak itu sebuah kegiatan positif yang mempunyai banyak manfaat. Membacakan buku bisa dilakukan sejak anak dalam kandungan. Anak saya kini berusia 3,5 tahun. Dia belum bisa membaca, bagi saya itu bukan masalah. Buku tetap bisa dinikmati oleh anak saya dengan cara dibacakan. Walaupun belum bisa membacakan buku, anak saya bisa membaca gambar dan menceritakan isi buku berdasarkan gambar yang dilihatnya.

Yang ingin saya tekankan di sini adalah bagaimana menumbuhkan minat ingin dibacakan buku atau membaca buku sendiri. Berdasarkan pengalaman saya dengan anak saya, menumbuhkan minat membacakan buku bukan menjadikan anak kutu buku, tetapi mau membaca buku kapan pun di mana pun, berapa lama pun.

Tip meningkatkan minat baca buku dan minat ingin dibacakan buku sesuai pengalaman saya, yaitu:




(1) Orang dewasa memberikan contoh
Anak adalah peniru ulung. Anak akan meniru apa yang dilakukan oleh orang tuanya. Jika ingin meningkatkan minat baca anak, orang tua atau siapa pun anggota keluarga di rumah memberikan contoh membaca buku. Anak-anak, apalagi usia 3,5 tahun seperti anak saya, kadang masih sering "mengganggu"  ketika ada yang membaca buku, misalnya buku yang sedang dibaca direbut dan dijadikan mainan.



Memberikan contoh pada anak untuk membaca buku
dan membacakan buku untuk anak.


(2) Ada buku di mana-mana

Ingin meningkatkan minat baca, tentu harus menyediakan bukunya. Buku yang ditujukan untuk anak sebaiknya ditaruh di berbagai tempat. Hal ini untuk memancing rasa ingin tahu anak terhadap buku. Buku bisa ditaruh di rak mainan, di kasur, di meja, dan sebagainya. Kemarin, anak saya sedang bermain dengan mobil-mobilan, tiba-tiba tertarik menarik sebuah buku dari rak, ternyata itu adalah buku kesukaannya berisi tentang mobil-mobil raksasa. Rak buku dan rak mainan saya jadikan satu, jadi kapan pun anak saya akan bersentuhan dengan buku.



Anak saya sedang melihat lagi buku favoritnya. 

(3) Paling tidak membelikan 1 buku setiap bulan
Toko buku sebaiknya menjadi tempat berkunjung setiap bulan bagi keluarga. Dengan demikian, setiap bulan anak mempunyai koleksi buku baru. Kalau pun anak tidak ikut pergi ke toko buku, orang tua bisa menjadikan buku baru sebagai hadiah. Saya biasanya membeli buku tanpa mengajak anak saya. Mengapa? Di usianya saat ini anak saya suka sekali bermain mandi bola dan segala permainan yang ada di arena. Masalah utamanya, arena bermain itu berada tepat di samping toko buku yang sering saya kunjungi.
Bulan lalu saya membelikan anak saya dua buku ini.

Buku baru yang saya beli untuk anak saya,
bulan April 2018.


Bulan Mei ini saya belikan buku juga tetapi masih menunggu dikirim oleh penerbitnya.


Dengan selalu ada buku baru setiap bulan, diharapkan minat baca anak terus ada dan selalu meminta dibacakan buku. Dibelikan buku yang baru akan membuat anak memiliki rasa memiliki kepada buku yang dibelikan untuknya.

(4) Membacakan buku kapan pun
Kegiatan baca buku atau membacakan buku harus menjadi kebiasaan keluarga. Dengan begitu karena setiap hari dilakukan, anak menjadi senang dan tertarik untuk membaca buku atau dibacakan buku.
Tidak ada keharusan tentang kapan waktu yang tepat untuk membacakan. Waktu yang tepat untuk membacakan buku adalah ketika anak tidak melakukan aktivitas apapun. Nah, biasanya saya membacakan buku ketika anak saya mau tidur. Saya biasanya memintanya memilih buku yang mau dibacakan.
Pemilihan waktu yang tepat akan meningkatkan minat anak pada membaca buku atau dibacakan buku.

Foto atas: anak saya mendengarkan buku yang saya bacakan.
Foto bawah: anak saya sedang melihat buku favoritnya.


Empat hal di atas adalah cara saya untuk menarik minat anak saya terhadap membaca. Cara-cara ini berhasil membuat anak saya lupa pada gawai. Ketika usianya 2,5 tahun, saya khawatir dengan kebiasannya melihat video di gawai. Isi videonya tidak jadi masalah, tetapi lamanya waktu menonton video sebelum tidur, itu yang jadi persoalan. Kita semua tahu, jika radiasi gawai dan alat elekronik lain sebaiknya dijauhkan dari anak-anak.
Puji Tuhan, saat ini anak saya tidak lagi kecanduan nonton video di gawai. Dibacakan buku menjadi kegiatan menarik baginya, apalagi yang dibacakan buku favoritnya.

Thursday, 3 May 2018

Pelatihan Bagi Pelatih (ToT) Tingkat Nasional Penulisan Bahan Ajar Inklusif Gender tingkat Sekolah Dasar dan Menengah

Saya yakin sekali jika apapun yang kita lakukan dan terjadi pada kita itu adalah rencana baik dan tepat yang diberikan Tuhan pada saya. 

Sangat tepat. 
Tuhan memang memberi saya kesempatan pergi ke Solo pada saat yang tepat. Ketika deadline menulis tanggal 12 April 2018 telah terlalui dengan sempurna, datanglah undangan pelatihan untuk pelatih dari Asdep Kesetaraan Gender Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Pembangunan Keluarga Kementrian Pemberdayaan, Perlindungan, Perempuan, dan Anak. 


Foto bersama fasilitator, panitia, dan peserta Pelatihan bagi Pelatih (ToT) Tingkat Nasional Penulisan Bahan Ajar Inklusif Gender tingkat Sekolah Dasar dan Menengah

Tahun sebelumnya, saya pernah diundang mengikuti Pelatihan Penguatan Bahan Ajar yang Inklusif Gender bagi Penulis dan Penerbit Buku Sekolah Dasar dan Menengah di Provinsi DKI Jakarta. Pelatihan ini khusus untuk penulis dan penerbit DKI Jakarta. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 21 - 23 April 2017 di Hotel Salak The Heritage, Kota Bogor. Dalam pelatihan tersebut peserta diharapkan mampu menyusun peta anatomi buku pelajaran yang insklusif gender. 

Tahun 2018 ini saya mendapat undangan mengikuti Pelatihan bagi Pelatih (ToT) Tingkat Nasional Penulisan Bahan Ajar Inklusif Gender tingkat Sekolah Dasar dan Menengah. Pelatihan ini berlangsung pada hari Rabu-Minggu, 18-22 April 2018 di The Royal Surakarta Heritage Hotel, Solo. Bisa mendapat undangan ini menjadi sebuah kehormatan buat saya karena dari sekitar 30 peserta yang ikut pelatihan sebelumnya di Bogor, hanya 4 orang yang termasuk saya yang mendapat undangan.


Tim dari Jakarta



Selama lima hari di Solo, peserta dilatih menjadi fasilitator untuk pelatihan Penulisan Bahan Ajar Inklusif Gender tingkat Sekolah Dasar dan Menengah. Harapannya demikian. Bagi saya sendiri, untuk menjadi fasilitator rasanya masih cukup jauh, tetapi saya mau belajar. Selama 5 hari di Solo, saya belajar banyak sekali cara menjadi fasilitator yang baik dengan berbagai tip dan teknik mengarahkan peserta pelatihan. Selain itu, saya juga banyak belajar tentang ice breaking.

Pelatihan di Solo sungguh membuka wawasan baru bagi saya. Saya banyak belajar tentang proses pembelajaran yang baik dari 3 fasilitator dan juga peserta lain yang memiliki latar belakang pendidik. 


Tim dari Jakarta, Saya, Bu Tina, Pak Dedy, dan Pak Thomas


Saya yang terbiasa berkecimpungan di belakang layar, rasanya tidak punya keberanian yang cukup untuk bisa berdiri di depan banyak orang untuk menjadi fasilitator. Melihat para peserta lain yang sudah sering berdiri di depan siswa sebagai pendidik, tentu sangat mumpumi menjadi fasilitator. 

Praktik micro teaching yang dilakukan terus-menerus dalam pelatihan ini tentu menjadi pengalaman  berharga buat saya, terutama tentang latihan keberanian berbicara di depan orang banyak.

Tiga fasilitator yang selalu mendampingi peserta pelatihan adalah:
(1) Ibu Iklilah Muzayyanah Dini Fajriyah, M.Si. 
(2) Dra. Ida Rosyidah, M.A. 
(3) Pak Wawan Djunaedi, M.A.



Ibu Iklilah Muzayyanah Dini Fajriyah, M.Si.

Dra. Ida Rosyidah, M.A.

Pak Wawan Djunaedi, M.A.

Beliau-beliau ini adalah dosen dan fasilitator berpengalaman yang sungguh luwes mengajari peserta menjadi fasilitator gender. Beliau juga tidak segan-segan berbagi tip-tip praktis kepada peserta pelatihan untuk menjadi fasilitator yang baik.

Secara pribadi saya mengucapkan terima kasih kepada Bu Iik, Bu Ida, dan Pak Wawan atas ilmu yang diberikan kepada saya selama pelatihan di Solo dan juga pelatihan-pelatihan sebelumnya, di Bogor.

Saya ucapkan terima kasih juga untuk Pak Sayuti dan tim (Mbak Febby, Mbak Dwi, Mbak Tasya) yang dengan sabar mendampingi saya dan teman-teman peserta selama kegiatan.  Semoga di lain kesempatan bisa ikut serta dalam pelatihan yang diadakan oleh Pak Sayuti dan Tim.



======
Nama kegiatan: Pelatihan bagi Pelatih (ToT) Tingkat Nasional Penulisan Bahan Ajar Inklusif Gender tingkat Sekolah Dasar dan Menengah
Penyelenggara: Asdep Kesetaraan Gender Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Pembangunan Keluarga Kementrian Pemberdayaan, Perlindungan, Perempuan, dan Anak
Waktu: 18-22 April 2018
Tempat: The Royal Surakarta Heritage Hotel, Solo
Peserta: dari 7 provinsi


Wednesday, 2 May 2018

Sebuah Catatan: Hari Pendidikan Nasional 2018

Hari ini 2 Mei, diperingati sebagai hari Pendidikan Nasional. Banyak sekali pertanyaan yang muncul tentang sistem pendidikan nasional yang dijalani oleh anak-anak Indonesia.

Beberapa pertanyaan itu juga menggelayut di pikiran saya
(1) Mengapa pendidikan di Indonesia itu mahal?
(2) Mengapa pendidikan di Indonesia belum merata?
(3) Mengapa fasilitas pendidikan di Indonesia sangat kurang?

Pertanyaan di atas hanya 3 dari segudang pertanyaan saya yang juga ada di benak Anda sekalian.  Bicara soal pendidikan di Indonesia memang sangat kompleks masalahnya. Alokasi  APBN terhadap pendidikan sudah cukup besar, namun belum terserap secara sempurna, subsidi terdapat biaya pendidikan minim sehingga biaya mahal menjadi masalah besar bagi masyakarat Indonesia.

Sumber gambar. astaga.com

Pendidikan di Indonesia juga belum merata. Hal ini adalah dampak dari biaya pendidikan yang  mahal. Wilayah Indonesia yang luas dengan kondisi wilayah yang bermacam-macam juga menjadikan pendidikan tidak merata dirasakan hingga pelosok negeri. Lagi dan lagi, yang menjadi persoalan adalah biaya yang sangat besar harus dikeluarkan oleh pemerintah untuk memfasilitasi guru di daerah menjadi kendala. Pemerintah tidak bisa mengirim sumber daya guru juga fasilitas pendidikan lain yang mendukung.

Fasilitas pendidikan di Indonesia juga masih kurang. Hal ini pun masih disebabkan oleh kurangnya dana dari pemerintah. Hari ini ketika masyarakat Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional, ada siswa siswi sekolah yang harus belajar di teras sekolah karena gedung sekolah di segel oleh pemilik lahan dengan alasan dinas pendidikan belum membayar lahan sekolah tersebut. Di tempat lain ada sekolah yang ambruk karena termakan usia, hal ini menyebabkan siswa harus belajar 2 kelas dalam satu ruangan. Dengan kondisi yang demikian anak-anak Indonesia tidak mendapat pendidikan yang layak karena kurangnya fasilitas pendidikan yang diperoleh.

Inilah pendidikan Indonesia, masih banyak yang harus dibenahi dan diperjuangkan. Apa yang bisa kita lakukan untuk pendidikan Indonesia? Ketika ada kesempatan mendapatkan pendidikan yang lebih baik gunakan kesempatan itu sebaik-baiknya. Artinya sebagai pelajar, belajar dengan sungguh-sungguh, di masa belajarmu, jangan biarkan waktu berlalu dalam kekosongan. Bagi guru, jadilah guru yang menjadi teladan yang baik untuk siswa-siswinya. Guru adalah orang tua kedua bagi siswa/siswi karenanya selain memperhatikan bagaimana nilai rapornya, didiklah mereka menjadi manusia berkarakter sehingga menjadi manusia berguna di masa depan.

SELAMAT MEMPERINGATI HARI PENDIDIKAN NASIONAL

JADILAH ANAK DIDIK BERKARAKTER
JADILAH PENDIDIK BERKARAKTER
JAYALAH MASA DEPAN INDONESIA




Teror Bom Kembali Mengguncang #GustiMbotenSare

Rasanya sakit hati ini ketika mendengar berita ada ledakan bom di gereja. Saya membayangkan banyak keluarga pagi ini berbondong pergi ke ge...